Jumat, 09 Desember 2011

Makalah Metode Pembelajaran Kreatif

Ditulis Oleh :
Fathur Rahman Al-Aziz
Ahmad Tafsir
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
UU No. 20 Pasal 40 ayat 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi :
Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban :
    1. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis;
     2. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan 
    3. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Untuk dapat melakasanakan amanat perundang-undangan tersebut, guru harus dapat mengubah paradigma mengenai belajar menjadi membelajarkan. Di samping itu, guru harus memahami serta dapat mengaplikasikan hakikat PAKEM, yang mana salah satunya adalah pembelajaran kreatif.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud pembelajaran kreatif ?
2.      Metode apa yang digunakan agar pembelajaran menjadi kreatif ?
3.      Apa ciri-ciri guru dan murid yang kreatif ?
C.  Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan makalah ini adalah :
1.    Mengetahui arti pembelajaran kreatif.
2.    Mengetahui metode dalam pembelajaran yang kreatif.
3.    Mengetahui ciri-ciri guru dan murid yang kreatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Definisi Pembelajaran Kreatif
Secara etimologi kata pembelajaran diderivasi dari kata ajar yang mempunyai arti petunjuk yang diberikan kepada orang lain supaya diketahui atau dituruti. Sedang pembelajaran sendiri mempunyai arti proses, cara, perbuatan mengajar.[1] Sedangkan dalam arti terminologi pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono, sebagaimana dikutip oleh Syaiful Sagala adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain konstruksional, untuk membuat siswa belajar aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.[2] Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 dikatakan bahwa Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar.[3]
Sedangkan arti kreatif secara harfiah berarti memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan,  bersifat (mengandung) daya cipta.[4] Kreatif (creative) dalam arti istilah berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya.[5]
Dari beberapa definisi tersebut, Indrawati dan Wanwan Setiawan mendefinisikan pembelajaran kreatif sebagai pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada.[6] Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan tipe serta gaya belajar siswa.[7]
B.  Metode Pembelajaran Kreatif
Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dibutuhkan beberapa metode atau cara yang harus dilakukan oleh para pendidik, yaitu :
1.    Memberi kebebasan siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru
2.    Bersikap respek terhadap ide-ide siswa
3.    Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa
4.    Penekanan pada proses bukan pada penilaian hasil akhir karya siswa
5.    Memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk berpikir dan menghasilkan karya
6.    Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas siswa, seperti : “mengapa”, “bagaimana”, dan “apa yang terjadi jika…..” dan bukan pertanyaan “apa” dan “kapan”.[8]
C.  Ciri-Ciri Guru dan Murid Kreatif
1.      Ciri-Ciri Guru Kreatif
Berikut ini hal-hal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru yang kreatif, yaitu :
a.       Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa
b.      Mampu menciptakan kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi, mental dan emosi dari siswa.[9]
c.       membuat alat bantu belajar yang berguna meskipun sederhana.[10]


2.      Ciri-Ciri Murid Kreatif
Metode mengajar yang dapat mengembangkan kreatifitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Mampu memotivasi diri
b.      Berpikir kritis
c.       Daya imaginasi tinggi (imaginative)
d.      Berpikir orisinil / bukan kutipan dari guru (original)
e.       Memiliki tujuan untuk berprestasi
f.       Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri[11]
g.      Mampu merancang / membuat sesuatu
h.     Mampu menulis / mengarang.[12]
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif.
Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dibutuhkan beberapa metode atau cara yang harus dilakukan oleh para pendidik, yaitu : memberi kebebasan siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru, bersikap respek terhadap ide-ide siswa, Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa, penekanan pada proses bukan pada penilaian hasil akhir karya siswa, memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk berpikir dan menghasilkan karya, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas siswa, seperti : “mengapa”, “bagaimana”, dan “apa yang terjadi jika…..” dan bukan pertanyaan “apa” dan “kapan”.
Berikut ini ciri-ciri guru yang kreatif, yaitu : mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa, mampu menciptakan kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi, mental dan emosi dari siswa.
Ciri-ciri siswa yang kreatif, yaitu : mampu memotivasi diri, berpikir kritis, daya imaginasi tinggi (imaginative), berpikir orisinil / bukan kutipan dari guru (original),   memiliki tujuan untuk berprestasi, menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Indrawati dan Wanwan Setiawan, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan t.tp. : PPPPTK IPA, 2009.
Syah, Muhibbin dan Rahayu Kariadinata, “Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)”, Bahan Pelatihan, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 2009.
Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, Bandung : ALFABETA, cv, 2011.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, ed., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2002.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan nasional.





[1] Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, ed., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2002, hal. 24.
[2] Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, Bandung : ALFABETA, cv, 2011, hal. 62.
[3] Lihat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan nasional, BAB. I., Pasal. 1.
[4] Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, ed., Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal. 760.
[5] Muhibbin Syah dan Rahayu Kariadinata, “Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)”, Bahan Pelatihan, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 2009, hal. 32.
[6] Indrawati dan Wanwan Setiawan, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan t.tp. : PPPPTK IPA, 2009, hal. 14.
[7] Muhibbin dan Rahayu, “ (PAKEM)”, hal. 32.
[8] Indrawati dan Wanwan, Pembelajaran Aktif, hal. 14-15.
[9] Indrawati dan Wanwan, Pembelajaran Aktif, hal. 15.
[10] Muhibbin dan Rahayu, “ (PAKEM)”, hal. 32.
[11] Indrawati dan Wanwan, Pembelajaran Aktif, hal. 15.
[12] Muhibbin dan Rahayu, “ (PAKEM)”, hal. 32.

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

FKM-MU BAKID ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO